Langsung ke konten utama

Cinta itu Keikhlasan

Tak henti-hentinya jari ini menuliskan sesuatu tentang cinta seakan hidup ini hampa tanpa cinta, bukan karena kita di pandang lemah atau lebay namun inilah kehidupan yang hambar bila cinta tak di hadirkan dalam kehidupan kita. Mungkin betul kehidupan butuh uang tapi tanpa cinta, uang itu tak akan berarti sama sekali. Alasannya sederhana,
untuk siapa kita mencari uang jika bukan karena orang-orang yang kita cintai termasuk diri kita.

Setiap orang memahami cinta itu berbeda-beda, dan itu betul sebab cinta adalah kata yang sangat universal dan bisa di tafsirkan dari sudut pandang yang berbeda-beda. Sekarang kita hanya akan membahas tentang cinta itu keikhlasan.

Cinta itu keikhlasan sebab tanpa keikhlasan, kita akan mengekang sebuah kehidupan yang seharusnya bisa memerdekakan malah membuat kurungan atau batasan atas nama cinta. Cinta yang masih memiliki batasan itu hanyalah cara seseorang untuk meloloskan keinginan pribadinya dan itu bersifat egois sedangkan cinta sifatnya memerdekakan. Contoh kecil yang sering kita jumpai dalam keseharian kita, seorang pecinta burung, jika memang dia cinta dengan burung, tak ada alasan untuk mengurungnya sebab dunianya bukan dalam sangkar, bukan pula untuk di nikmati suara merdunya sesuka hati kita,  jika memang kita cinta maka atas nama cinta merdekakanlah walau dia hanya seekor burung sebab dunianya bukan dalam sangkar.

Itulah mengapa banyak dari kita yang masih terjebak dalam cinta, karena banyak diantara kita yang masih mendefinisikan cinta sebagai keegoisan, cinta harus memiliki sedangkan segala sesuatu yang datang pada kita hanyalah titipan yang di amanahkan untuk kita termasuk pasangan. Tak ada alasan untuk mengurunganya apalagi mengekangnya sebab cinta itu keihklasan. Jika pasangan kita pergi belajarlah untuk mengikhlaskan karena alasanya cukup sederhana, dia tak pantas dititipkan atau di amanahkan untuk kita, bisa saja ada yang lebih baik untuk dia yang lebih bisa menjaganya. Maka jawabannya juga sederhana, perbaiki dirilah untuk menjadi lebih baik agar kita bisa di anggap layak untuk diamanahkan seorang pasangan yang lebih baik, karena orang baik akan di pertemukan dengan yang baik.

Cinta itu keihkalasan, hanya sesederhana itu, karena yang berat adalah rasa memiliki yang terlalu tinggi sehingga kita tak cukup kuat untuk mengikhlaskan sesuatu. Mumpung bulan puasa maka berlatihlah untuk menahan rasa sakit yang diderita selama ini agar kata ikhlas bisa melekat pada kita, bukan lagi kegelisahan namun sudah tergantikan oleh rasa cinta yang penuh dengan keikhlasan.

Semoga kita bisa di pertemukan dengan sang pemilik cinta yang mampu membolak-balikkan hati hambanya dan semoga kita selalu di penuhi dengan cinta, karena dengan cinta kita akan melihat segala sesuatunya terasa indah.

"salam cinta"




Komentar