Kenapa semua yang ada di dunia ini atau bahkan pada alam semesta ini, selalu saja semua tentang cinta? Bukan persoalan mudah membahas apa itu cinta, bukan juga sesuatu yang sulit untuk bisa memahami apa itu cinta. Termasuk yang sering kita rasakan pada diri kita sendiri yaitu pertarungan antara hati dan pikiran.
Cinta itu adalah sesuatu yang sangat mudah jika kita menggunakan hati, cinta adalah sesuatu yang sangat indah dan menyenangkan untuk di rasakan, karena cinta mampu memberi kenikmatan, rasa nyaman yang sungguh luar biasa nikmatnya. maka dari itu, cinta sangat mudah, cukup dengarkan dan rasakan apa yang dikatakan hatimu, lalu laksanakan apa yang di rasakan hatimu. Akan kita temukan sesuatu yang luar biasa di luar dari keterbatasan kita.
Tapi kenapa cinta sangat sulit untuk di pahami? karena, cinta akan sulit jika kita menggunakan pikiran atau logika. Setiap kali kita memikirkan tentang cinta, setiap itu juga kita akan kesulitan untuk memahami apa itu cinta. Karena kekuatan pikiran hanya mampu melogiskan sesuatu yang pasti-pasti yang bisa di lihat secara empiris, maka dari itu pikiran tak akan mampu melogiskan sesuatu di luar dari sesuatu yang pasti-pasti. contoh kecilnya, sudah berapa banyak cinta kasih yang di berikan oleh orang tua kepada kita sebagai anaknya? Jika kita menggunakan pikiran untuk menghitung semua itu, tak akan mampu pikiran menemukan jawabannya tentang seberapa banyak jumlah cinta kasih yang di berikan orang tua kepada kita.
Sekarang kita sudah memahami perbedaan cinta antara hati dan pikiran. Namun, dalam konteks diatas yang menjelaskan tentang cinta yang begitu sulit dan mudah merupakan sesuatu yang kedua-duanya benar, tidak ada yang salah dalam memahami cinta, walaupun itu menggunakan hati atau pikiran.
Terkadang kita membutuhkan pikiran untuk memahami cinta yang kontradiksi, termasuk untuk menguji kesetiaan pasangan atau bahkan untuk melamar pasangan kita harus menggunakan perhitungan untuk bisa masuk kedalam keluarga pasangan, termasuk jumlah uang Panaik (dalam budaya bugis). Dan, terkadang juga kita harus menggunakan hati untuk menimbang persoalan sensitif yang kadang di sebabkan oleh perhitungan yang terlalu tinggi atau terlalu rendah, misalnya memberikan uang yang terlalu banyak atau terlalu sedikit kepada keluarga calon pasangan bisa memicu yang namanya penghinaan. Apakah karena uangnya yang terlalu sedikit sehingga menyebabkan orang itu di anggap murahan, atau bahkan uangnya yang terlalu banyak sehingga menyebabkan orang itu di anggap sombong. Maka di situlah tugasnya hati untuk merasakan dan memutuskan persoalan sensitif.
Sekarang jika kita di hadapkan pada masalah seperti diatas, kita sudah bisa sedikit bijak dalam menyelesaikan persoalan cinta antara hati dan pikiran. Tidak ada yang salah antara hati dan pikiran, kedua-duanya benar, tergantung sikap kita setelah mengambil keputusan yang lahir dari hati atau pikiran.
Semoga artikel di atas bisa sedikit membantu anda dalam menyelesaikan persoalan cinta antara hati dan pikiran. Terimakasih telah berkunjung dan "salam cinta".
Komentar
Posting Komentar