Cinta itu gairah, kenapa?
Pasti kita akan bertanya pada diri sendiri, kenapa cinta membutuhkan gairah? sedangkan gairah hanya akan membawa kita pada pemikiran tentang seks atau semacamnya.
Disini kita akan membahas tentang gairah yang selama ini kita anggap bahwa gairah itu mengantarkan kita pada seks, padahal gairah tidak seperti itu. Cinta membutuhkan gairah, ibarat sayur yang mebutuhkan garam, tanpa garam sayur tak ada rasanya, begitupun dengan cinta. Tanpa gairah, cinta hanya sebuah nama tanpa isi.
Cinta itu gairah yang mengantarkan kita pada sesuatu yang sangat kita cintai, tanpa gairah kita tidak akan bergerak menuju pada sesuatu yang kita cintai. Misalnya, kecintaan kita pada motor, tanpa gairah kita tidak akan bergerak untuk membersihaknya, merawatnya atau bahkan menjaganya. karena gairahlah sehingga kita selalu memiliki inisiatif untuk bergerak pada sesuatu yang kita cintai.
Gairah jangan selalu di artikan dengan seks atau semacamnya. Gairah itu naluri yang mengantarkan kita pada semangat atau bisa di katakan sebagai spirit emosional. Tanpa gairah tak ada perubahan yang terjadi di dunia ini. tanpa gairah kita tak akan melihat betapa kokohnya sebuah rumah yang di bangun oleh seorang Bapak untuk menjaga anak dan istrinya. Karena kecintaanlah sehingga menghasilkan yang namanya gairah.
Cinta itu gairah, seperti yang anda baca sekarang ini, jika tanpa gairah, tulisan ini tidak akan hadir pada halaman ini. karena gairah menulislah sehingga tulisan ini bisa hadir. Maka dari itu marilah kita selalu memicu gairah kita pada sesuatu yang kita cintai, karena cinta akan mengantarkan kita pada kebaikan, dan kebaikan ini hadir karena adanya gairah dari sang pecinta.
"salam cinta"
Komentar
Posting Komentar