Langsung ke konten utama

Cinta ibarat Merpati

Banyak dari kita yang selalu terjebak pada ikatan yang mereka anggap itu adalah cinta, yang saya maksud  disini adalah larangan atas nama cinta. bagi kita larangan itu penting bagi setiap pasangan, karena katanya tanpa larangan hubungan itu dianggap tak ada bedanya dengan pertemanan. Apakah hal seperti ini wajar atau berlebihan? pasti kita akan mengatakan itu wajar-wajar saja dalam setiap hubungan asalkan larangan itu tidak berlebihan.

Disini saya hanya ingin mencoba membuka pikiran yang selama ini kita anggap sebagai kewajaran padahal kewajaran itulah yang sebenarnya tidak wajar. contoh kecilnya pada hubungan yang selalu memiliki larangan, setiap hal yang ingin dilakukan atau ingin pergi kesuatu tempat, pastinya dalam setiap hubungan, salah satu dari kita akan meminta izin. Jika pasangannya mengizinkan, secara otomatis tidak akan ada masalah, tapi coba jika pasangannya tidak mengizinkan, pada saat itu pula akan terjadi perdebatan karena diantara kita pasti akan mencari-cari penjelasan kenapa tidak diizinkan dan pada saat itu pula akan melahirkan banyak alasan agar yang satu tetap pada pendiriannya untuk melarang dan yang satunya juga berusaha untuk mencari alasan agar tetap bisa pergi. kalau salah satunya bisa menerima yah masalah bisa capat selesai, tapi jika salah satunya ada yang tidak terima, secara otomatis pertengkaran akan lahir.

Disini kadang saya berfikir, salah satu penyebab terjadinya pertengkaran karena adanya larangan dari  salah satu pihak. coba tak ada larangan maka peluang untuk berdepat pasti tidak akan ada, dan coba izinkan saja pasanganmu pergi ketempat yang dia suka, cukup kepercayaan yang kita pegang pada dirinya. karena saya berfikir bahwa jika hubungan itu penuh dengan kejujuran dan kepercayaan, untuk apa ada ketakutan, untuk apa kita takut pasangan kita pergi kemana, malahan larangan itu bisa saja akan menjadi pemicu pertengkaran bahkan menjadi penjara bagi pasangan kita.

Coba kita belajar pada merpati. Jika kita cinta pada merpati, kita tidak akan mengurungnya, kita tidak akan memeliharanya di dalam sangkar, karena jika seperti itu sama halnya kita mematikan kehidupannya. jelas-jelas  merpati ingin terbang, bukan malah kita yang mengurungnya, itu berarti kita memenjarakannya. Disini saya hanya ingin belajar pada merpati, bahwa merpati ingin hidup sebagaimana dirinya adalah seekor burung. kita hanya bisa membuatkannya tempat yang baik, aman, dan nyaman untuk dirinya. selebihnya biarkan dia terbang kemana yang dia mau. sebab sejauh-jauhnya merpati pergi dia tau tempat yang baik untuk kembali. maka dari itu saya hanya ingin berbagi bahwa jadikan dirimu tempat yang paling baik untuk kembali. kemanapun dia pergi dia pasti  tahu bahwa kau adalah yang terbaik.

"salam cinta"
bebaskan dirimu dan jadilah terbaik untuk dirimu. sebab kemanapun pasanganmu pergi,
dia tau kau adalah tempat terbaik untuk kembai


Komentar