Langsung ke konten utama

Cinta Skripsi

Skripsi pada dasarnya selalu menjadi momok bagi mahasiswa tingkat akhir, apalagi mahasiswa yang sudah masuk pada semester 14, itu sudah menjadi hal yang tidak bisa untuk di tunda-tunda lagi. Bagi mahasiswa tingkat akhir terkadang skripsi merupakan beban yang sangat luar biasa dimana skripsi seakan-akan merupakan beban yang sangat besar yang mengalahkan hampir semua mata kuliah yang pernah di program.
Skripsi sebenarnya hanya sebuah karya tulis ilmiah yang isinya membahas suatu permasalahan/fenomena dalam bidang ilmu tertentu dengan menggunakan kaidah-kaidah yang berlaku. Tapi kenapa banyak di antara mahasiswa yang sangat membenci skripsi, bahkan pemerintah pernah mengeluarkan isu akan di hilangkannya skripsi. Ini berarti skripsi hanya beban bagi mahasiswa karena seakan-akan skripsi merupakan mata kuliah yang paling utama di antara mata kuliah lain, padahal banyak mata kuliah lain yang lebih berisi dan lebih bermanfaat ketimbang skripsi.

Sungguh tak ada yang lebih besar tekanan yang di alami bagi mahasiswa tingkat akhir jika sudah di hadapkan pada skripsi, bahkan pernah ada kasus seorang mahasiswa yang menikam dosennya gara-gara skripsi, kejadian ini terjadi di salah satu universitas yang ada di makassar. Betapa menyedihkannya hanya karena persoalan skripsi nyawa seseorang harus melayang, jika nyawa lebih penting ketimbang skripsi alangkah baiknya skripsi di tiadakan saja. Kalo di tiadakan itu artinya kemenangan terbesar bagi mahasiswa tingkat akhir. hahaha

Setiap mahasiswa yang bercita-cita untuk sarjana pasti akan bertemu dengan namanya skripsi, namun setiap yang bertemu dengan mata kuliah skripsi pasti memiliki kisah dan cerita yang berbeda-beda. Cerita bagaimana susahnya menentukan judul, lalu menulis isi skirpsi sampai bab 3 lalu menghadap pada pembimbing dan kembalinya dari sana penuh dengan coretan-coretan untuk di perbaiki kembali. Bagaimana mahasiswa tidak stres jika skripsi itu sudah di kerjakan dengan sungguh-sungguh sampai lupa makan dan lupa tidur, begadang sampai pagi tapi hanya dalam hitungan beberapa menit semua berubah menjadi coretan-coretan dari pembimbing. Belum lagi pagi-pagi harus kekampus urus berkas, mondar-mandir cari dosen berburu tanda tangan lalu malamnya lanjut lagi kerja skripsi yang sudah di coret-coret oleh pembimbing. Setelah itu semua ACC masih ada lagi penelitian yang harus mengarahkan mahasiswa untuk terjun kelapangan, Pada situasi seperti ini  terkadang mahasiswa harus mengorbankan uang pribadinya agar penelitiannya bisa berjalan dengan lancar. sungguh itu sebuah kisah dan cerita yang tidak bisa di lupakan.

Walaupun tekanan yang datangnya tidak pernah berhenti, pengorbanan yang begitu besar  hingga diri sendiri pun terkadang kita lupakan, apalagi pacar yang tidak tau tentang skripsi seakan-seakan ingin kita jilid bersama skripsi agar menjadi cerita pada halaman-halaman skripsi. Tapi namanya mahasiswa yang bersifat intelektual, itulah yang di katakan perjuangan. Tak ada pengorbanan yang sia-sia dan tidak ada pengorbanan yang tak memiliki tekanan.

Jadi, jika semua itu ingin berjalan dengan lancar tanpa penindasan atas nama skripsi, hanya ada satu jalan yaitu "cintai skripsi". Cintailah setiap tetes perjuangan ilmu, cintailah setiap pengorbanan atas nama ilmu, cintailah setiap langkah yang mengarahkan kita menuju ruangan dosen termasuk menuju rumah dosen, karena setip langkah yang kita lakukan itu kemuliaanya setara dengan langkah kita menuju tempat ibadah atau rumah Tuhan. hehehe

Oleh karena itu setiap mahasiswa yang notabenenya adalah makhluk intelektual, penuhilah diri dengan ilmu utamanya cinta. cintailah dosenmu, cintailah orang-orang yang ada di kantor, cintailah teman-teman seperjuanganmu, yang paling penting cintailah dirimu sendiri. sebab tak ada yang lebih membahagiakan jika kita memulai mencintai diri kita sendiri, karena kebahagiaan kita adalah kebahagiaan orang lain juga. Jalan menuju kesuksesan bukan pada ijasah yang kita dapatkan, bukan pada pekerjaan yang kita lakukan, bukan pada pendapatan yang kita miliki, tapi pada kebahagian yang kita bangun untuk diri kita sendiri, itulah kesuksesan yang tidak bisa di bayar dengan apapun. maka dari itu atas nama cinta semoga kita menjadi mahasiswa intelektual yang bermanfaat untuk diri kita, keluarga, bangsa dan negara.

"Salam Cinta" 


salah satu foto mahasiswa semester 14 yang membahagiakan dirinya di luar kampus.

Komentar